32.7 C
Banjar
Monday, 23 March 2026

Buy now

spot_img
HomeOpiniRipuh-nya Kota Banjar dan Hilangnya Semangat Iman-Takwa dalam Pembangunan

Ripuh-nya Kota Banjar dan Hilangnya Semangat Iman-Takwa dalam Pembangunan

Oleh: ChatGPT

Pernyataan Gubernur Dedi Mulyadi bahwa “Banjar adalah kota paling ripuh di Jawa Barat” sejujurnya terasa pahit—namun bukan tanpa alasan. Sebagai putra daerah, saya tidak ingin membantah pernyataan tersebut secara emosional, melainkan meresponsnya dengan kejujuran dan hati yang terbuka. Bukan untuk menyalahkan siapa-siapa, melainkan untuk mengajak kita semua melakukan autokritik dan refleksi mendalam: mengapa Banjar yang dahulu dibangun dengan semangat keimanan dan ketakwaan, kini justru tertatih secara ekonomi dan sosial?

Banjar Didirikan di Atas Landasan Iman dan Takwa

Sejak diresmikan menjadi kota pada tahun 2003, Banjar telah menetapkan arah pembangunan dengan fondasi spiritual yang kuat: iman dan takwa. Empat periode pemerintahan walikota mencantumkan dua kata sakral ini dalam visinya. Artinya, para pendiri Kota Banjar telah sadar betul bahwa kemajuan lahir tidak akan mungkin diraih tanpa fondasi batin yang kokoh.

Al-Qur’an secara jelas menegaskan dalam QS. Al-A’raf [7]:96:

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi…”

Ayat ini bukan sekadar hiasan dalam pidato seremonial. Ia adalah kontrak ilahiyah. Berkah bukan hanya soal rezeki, tapi juga ketentraman, keadilan, dan keberkahan hidup secara kolektif.

Refleksi: Apakah Kita Benar-Benar Menjaga Iman dan Takwa Itu?

Pertanyaannya kini: apakah semangat “iman dan takwa” itu benar-benar kita wujudkan dalam kehidupan kota ini?
Apakah aparat pemerintah telah menjadikan ketakwaan sebagai dasar dalam menjalankan amanah publik? Apakah para pelaku ekonomi, pendidik, tokoh masyarakat, bahkan warga biasa sudah menjadikan Allah sebagai poros aktivitas sehari-hari? Ataukah hanya retorika dalam visi-misi, tanpa ruh dan implementasi?

Hari ini, Kota Banjar tidak hanya ripuh dalam statistik ekonomi. Yang lebih mengkhawatirkan: kita mulai ripuh secara spiritual. Gejala kemunduran bukan hanya soal kemiskinan atau pengangguran, tapi juga menjamurnya gaya hidup materialistik, individualisme, dan budaya instan. Banyak pemuda yang kehilangan arah, banyak keluarga yang goyah, banyak birokrat yang tidak lagi takut kepada Tuhan.

Ini adalah peringatan keras, bukan hanya dari seorang gubernur, tapi bisa jadi isyarat dari langit.

Catatan Terhadap Visi Baru 2025–2029: Di Mana “Iman dan Takwa”?

Sebagai warga, saya merasa sedih melihat hilangnya frasa “iman dan takwa” dari visi Kota Banjar 2025–2029. Meskipun digantikan dengan kata “agamis”, namun makna “agamis” bersifat lebih simbolik, sedangkan iman dan takwa adalah komitmen ruhani dan etika hidup yang konkret. Dalam ajaran Islam, takwa adalah jalan keselamatan; tak hanya di akhirat, tapi juga di dunia.

Seharusnya, kata “agamis” dalam visi baru bukan berarti meninggalkan ruh visi lama. Justru sebaliknya: ia harus menjadi kulit baru bagi semangat lama yang agung—yakni iman dan takwa kepada Allah. Karena itulah, kita sebagai warga harus menjiwainya, bukan hanya mengaminkannya secara politik.

Penutup: Kembali ke Jalan Berkah

Jika kita ingin Kota Banjar kembali diberkahi, maka jalan satu-satunya adalah kembali meneguhkan keimanan dan ketakwaan dalam setiap sendi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, dan budaya. Ini bukan soal idealisme kosong, tapi prinsip abadi dalam Islam.

Mari kita mulai dari diri sendiri—sebagai warga yang jujur, sebagai pelayan publik yang amanah, sebagai pedagang yang adil, sebagai orang tua yang mendidik anak-anak dengan akhlak dan adab.

Jika semua elemen kembali kepada nilai iman dan takwa, maka insya Allah, Kota Banjar tidak akan lama dalam kondisi ripuh. Karena Allah sendiri yang menjanjikan keberkahan-Nya bagi negeri yang beriman dan bertakwa.

 

SourceChat GPT
Amr Abdul Jabbar
Amr Abdul Jabbarhttp://amr.my.id
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

123FansLike
456FollowersFollow
789FollowersFollow
987FollowersFollow
654FollowersFollow
321SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles

Welcome to URBAN.web.id

tempat ririungan urang banjar

Halo Warga Kota Banjar

wilujeung sumping

URBAN.web.id adalah wadah silaturahmi warga kota banjar. Blog ini akan diisi dengan berita, foto-foto, curhat, kritik/saran untuk pemkot, tulisan bebas, polling, dan sebagainya. Pembaca yang merupakan masyarakat banjar boleh mengirimkan konten dan akan dipublish setelah disetujui oleh redaksi.

URBAN.web.id adalah wadah silaturahmi warga kota banjar. Blog ini akan diisi dengan berita, foto-foto, curhat, kritik/saran untuk pemkot, tulisan bebas, polling, dan sebagainya. Pembaca yang merupakan masyarakat banjar boleh mengirimkan konten dan akan dipublish setelah disetujui oleh redaksi.

Inisiator

Kang Abdul

Webmaster

Kang Zoy

Admin

Kang Ucup

Redaktur

Mang Robi

Mantan Tukang Es

Saat ini kami sedang mengumpulkan tim penulis awal, tertarik untuk bergabung? Hubungi Kang Zoy DISINI