Di kampung sebelah ada cerita,
Tentang ilmu dan bodoh bertetangga,
Yang pintar rajin membaca,
Yang bodoh asyik main saja.
Si ilmu duduk tegap gagah,
Kepala penuh ide melimpah,
Bicara halus, tutur terarah,
Buat hati lawan pun menyerah.
Si bodoh berdiri bingung terpana,
Ditanya “satu tambah satu” jawabnya tiga,
Bukannya malu malah tertawa,
Katanya, “Asal percaya diri saja!”
Si ilmu berjalan tenang berwibawa,
Hidupnya sukses, penuh cahaya,
Orang datang meminta nasihat,
Katanya ilmu bikin selamat.
Si bodoh berlagak pandai,
Ditanya buku malah melambai,
Diberi pena dikunyah ramai,
“Wah, rasanya kayak dodol Garut asli!”
Ilmu bagaikan pelita terang,
Bodoh gelap, hidup meradang,
Yang berilmu mulia dihargai,
Yang bodoh terlantar di sana-sini.
Namun bodoh punya solusi,
Katanya, “Aku belajar lagi!”
Bila mau rajin berusaha,
Kelak cerdas, hidup bahagia.
Si ilmu bercerita tentang dunia,
Sains, sejarah, hingga angkasa,
Membuat orang kagum penuh rasa,
Menjadi contoh, panutan semua.
Si bodoh mencoba ikut cerita,
Tapi ceritanya malah entah ke mana,
Kata bumi bentuknya kotak,
Semua tertawa, ramai bersorak.
Si ilmu tahu resep masakan,
Jadi koki, hidangan lezat menawan,
Si bodoh ikut masak serampangan,
Hasilnya hangus, piring beterbangan.
Si ilmu ahli dalam berdagang,
Barangnya laris, uang berdatangan,
Si bodoh jualan tapi asal,
Untung tak dapat, modal pun hilang.
Hidup orang berilmu terang bercahaya,
Hidup si bodoh susah tertawa,
Ilmu membuat hidup bermakna,
Bodoh membawa nestapa belaka.
Tapi jangan sedih wahai yang bodoh,
Pintu ilmu terbuka selalu,
Buku menanti, guru membimbing,
Jika mau belajar pasti berhasil.
Jadi kawan janganlah malu,
Jika merasa kurang ilmu,
Tinggalkan malas, ayo maju,
Supaya hidup tak melulu lucu!
Mari bangkit, buka buku,
Rajin belajar, tak perlu ragu,
Kelak engkau pandai dan maju,
Jadilah mulia sepanjang waktu.
Ilmu itu tinggi harganya,
Bodoh itu murah taruhannya,
Jika mau selamat di dunia,
Jangan malas, kejarlah ilmunya.
Tutup kisah yang penuh canda,
Semoga kita belajar semua,
Bahwa ilmu sumber mulia,
Dan bodoh bukan pilihan bijaksana.






